Beberapa Kasus Terorisme yang Menyeret Karyawan BUMN
August 16, 2023
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan seorang terduga teroris berinisial DE di Bekasi, Jawa Barat pada Senin (14/8/2023). DE disebut merupakan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Menurut penelusuran Tim Densus 88 Polri, DE merupakan pendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan aktif melakukan propaganda di media sosial. Selain itu, pelaku juga memiliki banyak senjata api rakitan, lengkap dengan amunisinya.
Penangkapan ini menambah catatan panjang pegawai BUMN yang terseret kasus terorisme. Berikut kasus-kasus terorisme yang menyeret pegawai BUMN:

Sumber foto: klimg.com
1. Kimia Farma
Pada 10 September 2021, Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial S di Harapan Jaya Bekasi Utara. Diketahui, S merupakan karyawan di Kimia Farma dan mengelola sebuah yayasan yatim piatu, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (15/9/2021).
S disebut bergabung dengan Perisa Nusantara Esa, sayap dari organisasi Jamaah Islamiyah dan berperan sebagai penggalang dana. Selain itu, S juga pernah menjadi pembina di Perisai Nusantara Esa pada 2020 dan pernah bergabung dalam Tholiah Jabodetabek. Tholiah adalah bidang pengamanan orang dan aset milik Jamaah Islamiyah.
2. Krakatau Steel
Tim Densus 88 juga pernah menangkap seorang pegawai BUMN PT Krakatau Steel (Persero) pada 13 November 2019 di wilayah Provinsi Banten. Penangkapan ini diduga terkait jaringan teroris di Banten.
Pihak Krakatau Steel menuturkan, pegawai tersebut menduduki posisi staf setingkat supervisor, bukan petinggi atau level manajemen, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (14/11/2019).

Sumber foto: kompas.com
3. PLN
Pada 27 Juli 2018, Tim Densus 88 menangkap lima terduga teroris di Pekanbaru, Riau. Salah satu pelaku berinisial AHD merupakan pegawai PLN, dikutip dari pemberitaan Kompas.com (29/7/2018). AHD diduga bertugas sebagai donatur dalam aksi terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada 2018.
Pelaku disebut berdomisili di Jalan Karya Mandiri Kelurahan Perhentian Raja, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Berdasarkan pengakuan Ketua RT setempat, AHD disebut menunjukkan perubahan perilaku dalam empat tahun terakhir dan jarang mengikuti kegiatan.
Padahal, AHD sebelumnya dikenal suka bergaul dan nongkrong dengan warga sekitar.