Share It
Berita Unik & Terkini

Sejarah Restoran, Bermula dari Kebiasaan Manusia untuk Makan di Luar Rumah
September 12, 2022

Sejarah Restoran, Bermula dari Kebiasaan Manusia untuk Makan di Luar Rumah

Tempat makan menjamur dalam berbagai konsep, dari mulai restoran, kafe, kedai kopi, hingga kedai-kedai yang menyuguhkan sajian khas lain. Restoran atau tempat makan ternyata sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Lantas bagaimana awal mula manusia mulai makan di restoran? Siapa yang pertama kali mencetuskan ide tempat makan? Dilansir dari History, tempat makan tertua atau bisa dikatakan tempat makan pertama di dunia, ternyata sudah lahir sejak zaman 600-800 tahun yang lalu.

Berdasar buku Dining Out: Global History of Restaurants karya Elliot Shore dan Katie Rawson, bangunan berkonsep mirip restoran yang ada pertama kali di dunia diketahui sudah ada di tahun 1.100 di China. Tempat makan ini muncul di distrik tersibuk di China, yaitu Kaifeng dan Hangzhou, di abad ke-12, tepatnya di bawah kekuasaan Dinasti Song.

"Restoran di masa tersebut, konsepnya adalah penduduk yang tinggal di utara akan membawa makanan khas daerah utara dan penduduk yang tinggal di selatan akan membawa makanan khas selatan ketika berkunjung untuk urusan dagang," ujar Shore.

Berdasar catatan sejarah di China, konsep restoran di tahun 1120 terpusat di distrik dagang terpadat yang di dalamnya banyak disinggahi pedagang.


Sumber foto: pexels.com

Tempat makan di zaman kuno

Selain lahir di China, tempat makan tertua juga tercatat lahir di peradaban Kekaisaran Romawi. Dilansir dari Small Business, di masa itu, petani dan peternak memiliki rutinitas membawa hasil ternak dan hasil bumi mereka ke sebuah pasar. Perjalanan dari rumah menuju pasar tersebut terkadang membutuhkan waktu berhari-hari, sehingga petani dan peternak harus menginap atau singgah di beberapa kota kecil untuk beristirahat.

Hal inilah yang akhirnya memunculkan bentuk bisnis baru, yaitu penginapan dan restoran sederhana. Penginapan yang biasanya sekaligus merangkap tempat makan ini terletak di tengah-tengah antara kota kecil dengan kota yang di dalamnya dilengkapi dengan pasar. Tak ada buku menu di sana.

Tiap restoran hanya menyajikan satu menu, pilihan si tukang masak atau si pemilik rumah. Baca juga: 9 Aturan Kuliner Aneh, Salah Satunya Dilarang Mengantongi Es Krim di Saku Belakang Restoran di abad pertengahan akhir Di abad pertengahan akhir atau Masa Renaisans, restoran dan tempat menginap khusus untuk para pedagang makin menjamur di Eropa.

Di Spanyol, tempat makan untuk umum ini disebut Bodegas, yaitu rumah makan kecil yang menjajakan makanan khas Spanyol, tapas. Di Inggris, restoran kuno biasanya menjajakan sosis dan sheperd's pie. Sedangkan di Perancis, restoran biasa menjajakan sajian berkuah dan ragam sup. Di masa itu, tempat makan menjajakan menu-menu sederhana. Biasanya adalah menu masakan yang memang biasa dimasak oleh masyarakat kecil di dapur rumah mereka.

Baru di tahun 1492, menu restoran sedikit berkembang. Berkat Columbus, berbagai menu dari belahan dunia lain akhirnya masuk ke Eropa. Hingga kopi, teh dan cokelat hadir di tempat-tempat makan, menjadi menu alternatif dari bir dan anggur.


Sumber foto: pexels.com

Restoran di masa Revolusi Perancis

Masih dari sumber yang sama, Small Business, di masa Revolusi Perancis penyiapan makanan untuk pekerja dan pedagang dimonopoli oleh serikat. Mereka yang tidak tergabung dalam serikat, tak diperbolehkan menjual makanan siap santap.

Namun, di tahun 1765, seseorang bernama Boulanger, yang menambahkan daging domba ke sajian supnya, nekad menjajakan masakannya di sekitar Louvre, Perancis. Hal ini menuai protes yang berakhir di pengadilan, tetapi Boulanger memenangi kasus tersebut. Langkah Boulanger ini akhirnya ditiru banyak orang. 20 tahun berikutnya, restoran seperti milik Boulanger menjamur di Perancis selama masa Revolusi Perancis.

Ketika Marie Antoinette dan Louis XVI dihukum mati, banyak tukang masak istana dan para pekerja istana akhirnya menganggur. Akhirnya demi menghidupi keluarga, banyak dari mereka yang memilih membuka restoran fine dining sederhana di sekitar Paris.

Dari sebuah tempat makan sederhana untuk pedagang yang melintas kota, akhirnya restoran berkembang menjadi tempat berkumpulnya banyak kalangan untuk mengisi perut sekaligus bersosialisasi. Hingga tempat makan yang bermenu ala kadarnya, berkembang menjadi tempat bermanfaat ganda dengan menu makanan dan minuman sangat beragam.

Di Amerika, restoran pertama yang menyediakan konsep fine dining berdiri di Kota New York, di abad ke-19, tepatnya di tahun 1837. Menjelang abad ke-20, bisnis restoran menjadi semakin cerah di sana dan merebak bak jamur di musim penghujan.