Share It
Berita Unik & Terkini

Menko Luhut Sarankan Tanam Cabai Sendiri untuk Cegah Inflasi, Yuk Kita Coba!
September 7, 2022

Menko Luhut Sarankan Tanam Cabai Sendiri untuk Cegah Inflasi, Yuk Kita Coba!

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau kepada para kepala daerah agar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk menanam cabai sendiri guna menekan laju inflasi.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Rabu (31/8/2022), Luhut menyebut cabai merah maupun komoditas pangan lainnya menjadi penyebab inflasi cukup tinggi sehingga ia meminta agar pemda mendorong masyarakat menanam cabai secara mandiri.

Luhut menyebut menanam cabai termasuk juga bawang merah bukan perkara sulit asal ada kemauan. Selain itu menurutnya, program tanam cabai pernah ia praktikkan semasa menjabat sebagai Komandan Korem di Madiun. “Saya minta tadi teman-teman Gubernur, Pangdam, Kapolda kita, ini barang yang waktu saya komandan korem tahun 92-92 di Madiun saya pernah bikin dulu di Hidroponik supaya pangan jangan sampai waktu itu kurang. Maksud saya ayo sama-sama kita jaga inflasi,” ungkap Luhut.


Sumber foto: pexels.com

Lantas bagaimanakah cara tanam cabai sendiri di rumah?

Sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com, 23 Juni 2020, berikut ini cara menanam cabai dengan mudah di rumah sebagaimana disampaikan oleh Learning Coordinator Kebun Kumara:

1. Pastikan memiliki benih cabai yang baik untuk ditanam

Benih cabai bisa didapatkan dari buah cabai yang kualitasnya baik, yang berukuran besar dan segar. Anda bisa mengambil cabai yang ada di meja dapur. Yang penting dalam menanam cabai adalah perawatannya, di mana kebutuhan matahari, air dan media tanam terpenuhi.

2. Pilah benih yang bagus dengan direndam

Sebelum ditanam, singkirkan benih yang kopong atau kosong dari benih yang bagus. Caranya mudah, yaitu dengan cara merendamnya. Apabila mengapung berarti benih tersebut kopong.

3. Setelah direndam jemur benih terlebih dahulu supaya tidak busuk

Proses penjemuran dilakukan di bawah matahari selama 3-5 hari. Pastikan benih sudah kering sempurna. Setelah dijemur, rendam biji cabai kembali untuk merangsang akar agar cepat tumbuh, baru setelahnya benih bisa langsung ditanam. 


Sumber foto: pexels.com

Masalah pada tanaman cabai Meskipun menanam cabai pada umumnya tidak sulit, namun tanaman ini juga bukan tanaman yang tanpa masalah. Dikutip dari laman Kompas.com, 4 Februari 2021, ada beberapa hama dan penyakit yang bisa merusak tanaman cabai. Sejumlah infeksi penyakit pada tanaman cabai di antaranya adalah daun melengkung, timbulnya warna belang pada daun, pertumbuhan terhambat, dan bunga yang jatuh.

Selain itu, tanaman ini juga bisa diserang oleh penyakit jamur yang menyebabkan buah busuk hingga mati. Di antaranya adalah jamur antraknosa yang menyebabkan bercak pada daun.

Guna mencegah hal tersebut maka jaga agar tanah tidak basah dan bersihkan limbah taman secara menyeluruh. Selain itu, untuk memberantas jamur, diperlukan penggunaan fungisida. Masalah pada tanaman cabai berikutnya adalah serangga pemakan dan perusak daun.

Serangga seperti kutu daun mungkin akan muncul di bagian bawah daun. Pengawasan perlu dilakukan untuk memberantas serangga ini sejak awal keberadaannya. Anda bisa menyingkirkannya manual dengan tangan. Namun jika parah, penggunaan insektisida diperlukan. Selain itu, cabai memerlukan pemupukan dan penyiraman secara teratur. Pastikan tanaman mendapat setidaknya enam jam sinar matahari, dan jaga selalu tanaman dari gulma.