Share It
Berita Unik & Terkini

Bahan yang Mengandung Penghilang Bekas Jerawat
September 6, 2022

Bahan yang Mengandung Penghilang Bekas Jerawat

Bekas jerawat bagi sebagian orang menjadi hal yang perlu dirawat karena dapat mengganggu penampilan. Cara menghilangkan bekas jerawat ada banyak jenisnya. Mulai dari yang bisa dilakukan di rumah hingga perawatan di rumah sakit.

Berbagai obat yang dijual bebas dapat membantu mengurangi munculnya bekas jerawat, sehingga perawatan bisa dilakukan di rumah. Namun, perlu diingat bahwa krim dan losion yang dijual bebas tidak mungkin sepenuhnya menghilangkan atau meratakan bekas luka yang terangkat.

Berikut ini beberapa bahan-bahan dalam obat yang bisa mengurangi bekas jerawat, dilansir Medical News Today, 10 Juli 2022:


Sumber foto: pexels.com

1. Asam salisilat

Asam salisilat adalah senyawa alami yang sering menjadi bahan dalam produk perawatan kulit jerawat. Kulit asam salisilat membantu membersihkan kotoran, sel-sel kulit, dan kotoran lain yang menyebabkan jerawat dari pori-pori kulit. Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada 2010 menyarankan penggunaan produk pengelupasan yang mengandung 30 persen asam salisilat dan menerapkannya tiga sampai lima kali setiap 3-4 minggu.

Asam salisilat tidak mungkin menyebabkan hiperpigmentasi. Oleh karena itu cocok digunakan pada kulit yang lebih gelap. Asam salisilat juga membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan, yang dapat meminimalkan munculnya jaringan parut.

Asam salisilat dapat membantu mengobati semua jenis bekas luka. Tapi bagi yang memiliki kulit sensitif harus melakukan uji tempel pada area kecil kulit sebelum menggunakannya di seluruh wajah, karena dapat menyebabkan kekeringan atau iritasi.

2. Retinoid

Produk retinoid membantu membuka pori-pori, yang pada akhirnya menjadi salah satu cara menghilangkan komedo di hidung. Beberapa retinoid topikal dapat membantu menghilangkan bekas jerawat. Menurut penelitian yang diterbitkan pada 2017, retinoid topikal memblokir peradangan, mengurangi lesi jerawat, dan mempercepat regenerasi sel.


Sumber foto: pexels.com

Penulis juga menyatakan bahwa retinoid dapat membantu meringankan bekas jerawat hiperpigmentasi, termasuk pada orang dengan warna kulit lebih gelap. Tapi perlu dicatat bahwa retinoid dapat membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari. Siapapun yang menggunakan retinoid untuk perawatan jerawat atau bekas luka harus memakai tabir surya saat keluar rumah.

3. Asam alfa hidroksi

Penyebab jerawat juga bisa karena produk styling yang menetes ke area wajah dan menjebak bakteri penyebab jerawat. Asam alfa hidroksi (AHA) dapat membantu meningkatkan tingkat di mana kulit memperbaharui sel-selnya. Beberapa dokter merekomendasikan AHA untuk mengobati jerawat dan mengurangi munculnya bekas jerawat.

AHA adalah bentuk asam ringan yang mengikis lapisan luar kulit untuk memperlihatkan kulit baru yang segar di bawahnya. Proses ini dapat membantu mengurangi hiperpigmentasi akibat jaringan parut. Akan tetapi pembengkakan, rasa terbakar, dan gatal dapat terjadi pada konsentrasi tinggi. Sebaiknya sebelum mencoba menggunakan AHA lakukan konsultasi dengan dokter.

4. Asam laktat

Asam laktat adalah sebuah tipe dari AHA. Ini dapat bertindak sebagai pengelupasan lembut untuk menarik sel-sel kulit mati. Ini dapat membantu mengurangi munculnya bekas luka dan menghaluskan kulit. Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada 2017 meneliti 7 orang dengan bekas luka tusuk es yang dirawat dengan produk mengandung asam laktat 92 persen.

Hasilnya, ada peningkatan lebih dari 75 persen pada satu orang, 51-75 persen pada 3 orang, 26-50 persen pada dua orang, dan 1-25 persen pada satu orang. Asam laktat juga dapat membantu meringankan jaringan parut yang gelap, meskipun dapat menyebabkan hiperpigmentasi juga. Sebaiknya uji produk yang mengandung asam laktat pada sepetak kecil kulit sebelum menggunakannya untuk mengobati jaringan parut jerawat.