Share It
Berita Unik & Terkini

Penyebab Orang Bisa Pingsan Ketika Berada di Bawah Matahari Terik
August 26, 2022

Penyebab Orang Bisa Pingsan Ketika Berada di Bawah Matahari Terik

Setiap Agustus, beragam acara digelar untuk memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Selain upacara bendera, banyak kegiatan yang kerap dilakukan di luar ruangan dan di bawah terik matahari, seperti gerak jalan dan aneka perlombaan lainnya. Pemandangan yang kerap terjadi saat upacara atau kegiatan lainnya di bawah terik matahari adalah peserta yang tiba-tiba jatuh pingsan.

Padahal, peserta kegiatan itu sebelumnya dalam kondisi sehat dan tak menunjukkan gejala gangguan kesehatan apa pun. Lantas, mengapa seseorang bisa pingsan saat kepanasan di bawah sinar matahari? Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) Eka Ginanjar mengatakan, pingsan terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat.


Sumber foto: google.com

"Aliran darah ke otak itu tidak maksimal maka orang akan mengalami pingsan dalam artian black out atau tidak sadar sementara," kata Eka kepada Kompas.com, Kamis (18/8/2022). Kendati demikian, seseorang yang mengalami kondisi itu nantinya akan pulih kembali saat bangun. Ia menjelaskan, terhambatnya aliran darah ini bisa disebabkan karena berbagai faktor.

"Yang paling sering adalah kepanasan, kelelahan, dia bisa mengalami semacam dehidrasi, kekurangan energi, terutama orang-orang yang kurang sarapan atau kurang tidur," jelas dia. Selain itu, terhambatnya aliran darah ke otak juga bisa disebabkan oleh heat stroke, karena terik matahari yang cukup panas.

Ketika heat stroke, Eka menyebut pembuluh darah di kepala akan mengkerut, sehingga sirkulasi aliran darah di otak berkurang secara tiba-tiba. Kondisi terakhir adalah gangguan irama jantung pada pasien yang memiliki masalah jantung.


Sumber foto: google.com

Pertolongan yang bisa dilakukan

Sementara itu, dokter ahli penyakit dalam Andi Khomeini Takdir menjelaskan lebih lanjut mengenai pertolongan pertama yang bisa dilakukan jika ada seseorang yang pingsan ketika mengikuti kegiatan di bawah terik matahari. Sebagai catatan, pertolongan pertama ini bisa dilakukan apabila tidak terdapat petugas medis di lokasi.

Jika menemui orang pingsan, Andi menyebut upaya pertama yang bisa dilakukan adalah melonggarkan pakaian. "Pertama harus melonggarkan pakaian, misal kancing celana atau baju, supaya saluran napasnya lebih lega," kata Andi saat dihubungi secara terpisah, Kamis (18/8/2022).

Selanjutnya, Andi menjelaskan bahwa peserta yang pingsan itu kemudian harus dibawa ke tempat teduh dengan menggunakan tandu. Apabila tidak terdapat tandu, bisa digendong dengan posisi tubuh yang rata atau sejajar.

"Kalau dibopong dengan posisi yang salah bisa berabe. Jadi bopongnya bisa dengan tandu supaya rata atau harus diluruskan dan itu tidak bisa dilakukan satu orang," jelas dia.

Selanjutnya, peserta tersebut sebaiknya diberi asupan gula, seperti teh. Dengan catatan, posisi kepala harus sedikit diangkat untuk menghindari tersedak.