Share It
Berita Unik & Terkini

Deretan Fakta Menarik di Balik Tembok Berlin
November 29, 2021

Deretan Fakta Menarik  di Balik Tembok Berlin

Didirikan 16 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II
Tembok Berlin didirikan 16 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. Meningkatnya angka warga Jerman Timur yang pindah ke Jerman Barat antara tahun 1949 hingga tahun 1961 membuat Uni Soviet selaku penguasa Jerman Timur merasa gerah, apalagi sebagian besar dari mereka merupakan pekerja profesional yang dibutuhkan Jerman Timur. Pada 13 Agustus 1961 warga Jerman Timur dikejutkan adanya pagar kawat berduri yang dipasang di sepanjang perbatasan antara Berlin bagian timur dan barat kota Berlin. Beberapa hari kemudian, Jerman Timur secara resmi mulai membentengi tembok pembatas dengan beton.

Tembok Berlin terdiri dari dua tembok
Bagian 27 mil dari penghalang yang memisahkan Berlin ke timur dan barat terdiri dari dua dinding beton yang tepat di antara keduanya terdapat jalur yang disebut "Jalur kematian". Jalur tersebut berisi ratusan menara pengawas, parit, kawat berduri, kendaraan, jalur anjing penjaga, lampu sorot, dan senapan mesin. Pada masanya, Tembok Berlin merupakan salasatu wilayah perbatasan dengan pengamanan paling ketat di dunia.

Lebih dari 100 orang tewas saat mencoba menyeberangi Tembok Berlin
Setidaknya 138 orang ditembak mati, mengalami kecelakaan fatal atau bunuh diri setelah gagal melintasi Tembok Berlin. Korban pertama Tembok Berlin, yakni Ida Siekmann, meninggal pada 22 Agustus 1961. Ida Siekmann mencoba melompat ke jalan Berlin Barat di bawah jendela apartemennya di Berlin Timur lantai empat. Kematian terakhir terjadi pada Maret 1989 ketika seorang pemuda Jerman Timur yang mencoba terbang di atas tembok dengan balon udara menabrak kabel listrik sehingga membuat dirinya terjatuh dan tewas.

Sumber foto: warhistoryonline.com

Benteng Antifasis.
Pemerintah Jerman Timur mengklaim pendirian Tembok Berlin untuk mencegah ideologi fasis, upaya mata-mata pihak asing, dan mengusir gagasan serta pemikiran pro Barat keluar dari Jerman Timur. pemimpin Jerman Timur kala itu, Walter Ulbricht bahkan menganggap keberadaan Tembok Berlin sangat efektif dalam mempertahankan kedaulatan Jerman Timur secara keseluruhan.

Ribuan warga Jerman Timur berhasil menyeberangi tembok Berlin
Sejak didirikan pada tahun 1961 hingga dirobohkan pada tahun 1991, tercatat lebih dari 5.000 warga Jerman Timur berhasil melarikan diri dan menyeberangi Tembok Berlin menuju Jerman Barat. Orang pertama yang berhasil kabur dan melintasi Tembok Berlin, yaitu Kopral Conrad Schumann, seorang prajurit penjaga perbatasan Jerman Timur berusia 19 tahun.

Pelarian paling spektakuler
Di antara ribuan kali upaya pelarian melintasi Tembok Berlin, kisah yang paling terkenal hingga saat ini, yakni upaya pelarian Bethke bersaudara. Ketiga bersaudara tersebut, yakni Ingo, Holger, dan Egbert. Kakak tertua, Ingo berhasil kabur ke Jerman Barat dengan mengapung di atas sungai Elbe pada tahun 1975. Holger kemudian mengikuti keberhasilan kakaknya dengan melayang di atas dinding dengan kabel baja yang dia tembakkan dengan busur dan anak panah ke atap di Berlin Barat pada tahun 1983. Akhirnya, pada tahun 1989 keduanya kembali untuk menyelamatkan adik mereka yang paling bungsu, Egbert, dengan menerbangkan gantole mini melewati Tembok Berlin pada malam hari.

Sumber foto: rullymoenandir.blogspot.com

Sisa reruntuhan tembok Berlin di Jakarta
Saat ini, RPTRA Kalijodo di Jakarta menjadi satu-satunya tempat terdapat potongan tembok Berlin di Asia Tenggara. Tidak ada negara lain di Asia Tenggara yang memiliki potongan tembok tersebut selain Indonesia. Sebelumnya pada tahun 1990-an, potongan sisa reruntuhan Tembok Berlin lainnya juga pernah dipajang di Museum interaktif Ripley’s Believe It Or Not di kawasan Pondok Indah, Jakarta.

AI