Share It
Berita Unik & Terkini

Karl Dönitz, Pengganti Hitler yang Memilih Menyerah Dibanding Berperang
November 6, 2021

Karl Dönitz, Pengganti Hitler yang Memilih Menyerah Dibanding Berperang

Mungkin tidak pernah ada yang menyangka pengganti Adolf Hitler dalam memimpin Jerman justru seorang perwira tinggi angkatan laut Jerman. Sebelumnya banyak yang memprediksi Hitler bakal digantikan, di antaranya oleh Heinrich Heimler, Herman Goering, dan Joseph Goebbels yang selama ini merupakan orang-orang Nazi dalam lingkaran Hitler. Ketiganya selain dikenal dekat dengan Hitler juga berperan penting selama berlangsungnya Perang Dunia II.

Kekalahan Jerman yang sudah di depan mata pada akhir April 1945 membuka mata Hitler. Heimler, dan Goering yang sangat dipercaya Hitler justru menyelamatkan diri mereka sendiri dan meninggalkan Hitler di Berlin. Goebbels yang terbukti setia dengan selalu mendampingi Hitler dianggap bukan orang yang tepat di tengah suasana yang seba kacau. Dalam surat wasiatnya, Hitler akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Laksamana Besar Karl Dönitz sebagai penggantinya untuk melanjutkan kepemimpinan Jerman. Lantas siapakah Karl Dönitz?

Pria kelahiran 16 September 1891 adalah panglima tertinggi angkatan laut Jerman yang cukup disegani. Dönitz yang memulai karirnya sebelum Perang Dunia I dikenal sebagai ahli strategi pertempuran laut khususnya kapal selam. Dönitz berperan besar menenggelamkan banyak kapal dagang dan logistik untuk Inggris di perairan Atlantik pada awal Perang Dunia II. Kesuksesannya tersebut didukung armada kapal selam U-boat yang dimiliki Jerman saat itu. Dönitz juga dikenal berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas dan sangat memperhatian kondisi anak buahnya sehingga dirinya sangat dihormati dan disegani.

Sumber foto: haaretz.com

Dominasi Jerman di laut Atlantik mulai berakhir ketika kapal selam Jerman U-110 berhasil ditawan angkatan laut Inggris. Pada saat penggeledehan ditemukan mesin kode Enigma yang dipakai sebagai alat komunikasi angkatan laut. Butuh waktu bagi angkatan laut Inggris dan angkatan laut Amerika Serikat sebelum akhirnya berhasil memecahkan kode sandi pada mesin Enigma. Terbongkarnya kode sandi mesin Enigma membuat pasukan Sekutu dapat mengetahui pergerakan dan posisi seluruh kapal perang Jerman termasuk armada U-boat yang selama ini tidak bisa dideteksi.

Angkatan laut Jerman mengalami kehilangan U-boat yang cukup signifikan sejak kode mesin Enigma berhasil dipecahkan. Selain itu, banyak kapal perang yang terpaksa dilucuti persenjatannya untuk dijadikan meriam pasukan artileri darat Jerman. inilah yang membuat Dönitz memerintahkan seluruh kapal selam U-boat Jerman menyelam lebih dalam untuk menghindari resiko serangan musuh. Dengan segala upaya dan keterbatasan, Dönitz tetap berusaha memberikan perlawanan meskipun terkesan sia-sia karena tidak sehebat seperti pada masa awal Perang Dunia II. Hal inilah yang membuat Donitz sangat dihormati oleh lawan-lawannya.

Sesuai wasiat Hitler yang tewas bunuh diri pada 30 April 1945, Laksamana Besar Karl Dönitz kemudian diangkat sebagai pengganti Hitler. Dönitz menyadari percuma melakukan perlawanan lebih lama karena justru akan semakin menyengsarakan Jerman. Pada 7 Mei 1945, Dönitz memerintahkan Alfred Jodl, Kepala Staf Operasi angkatan darat Jerman untuk menandatangani penyerahan diri Jerman di Reims, Perancis. Sebelumnya Dönitz juga memerintahkan seluruh armada kapal selam Jerman U-boat yang tersisa untuk menyerahkan diri ke pangkalan pasukan Sekitu terdekat dengan posisi mereka. Perang Eropa pun resmi berakhir.

Pascaberakhirnya perang, Dönitz dan petinggi Nazi Jerman lainnya menjalani persidangan di pengadilan perang Nuremberg. Dönitz dinyatakan tidak bersalah dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, tetapi dinyatakan bersalah karena melakukan kejahatan terhadap perdamaian dan kejahatan perang terhadap hukum perang. Dönitz dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara di Spandau yang terletak di Berlin barat.

Sumber foto: imdb.com

Selama di penjara, Dönitz mengaku tidak merasa bersalah karena melaksanakan perintah demi negaranya. Bahkan dirinya mengaku tetap setia pada Hitler. Banyak perwira militer Sekutu yang menyatakan kekecewaan sekaligus menyesalkan keputusan pengadilan Nuremberg terhadap Dönitz yang dianggap merugikannya. Dönitz sendiri resmi dibebaskan dari penjara pada 1 Oktober 1956. Ia kemudian memilih tinggal di pedesaan dan menulis memoir tentang dirinya. Meskipun pernah dianggap sebagai seorang penjahat perang, tetapi Dönitz sangat dihormati di kalangan komunitas angkatan laut internasional. Dönitz meninggal dunia pada 24 Desember 1980 dalam usia 89 tahun karena serangan jantung.

AI