Share It
Berita Unik & Terkini

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Alzheimer
October 11, 2021

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Alzheimer

Mungkin banyak di antara kita pernah mendengar penyakit bernama alzheimer, tapi kita tidak mengetahui penyakit apakah yang dimaksud. Penyakit alzheimer kali pertama dipublikasikan oleh Dr. Alois Alzheimer pada tahun 1966. Penyakit ini adalah salasatu jenis penyakit demensia yang banyak ditemui pada orang lansia atau lanjut usia yang berusia 65 tahun ke atas.

Lansia yang mengidap penyakit ini mengalami gejala kerusakan pada otaknya yang berpengaruh pada kemampuannya dalam berpikir, mengingat, dan menilai sesuatu. Selain itu, penderita alzheimer juga sering mengalami kesulitan dalam berbahasa (berkomunikasi), sering mengalami perubahan suasana hati dan perilaku.

Tanda-tanda penyakit alzheimer bisa diketahui apabila lansia mulai mengalami sejumlah perubahan. Pertama, apabila seorang lansia mulai kehilangan memori yang menganggu aktivitasnya. Selanjutnya, biasanya akan mengalami kesulitan dalam membuat suatu rencana maupun menyelesaikan suatu tugas yang diberikan. Tanda-tanda lainnya, yakni ketika seorang lansia mengalami kesulitan dalam memahami gambaran visual dan ruang. Penderita alzheimer juga sering mengalami disorientasi dengan waktu dan tempat yang pada akhirnya akan menyulitkan dirinya sendiri.

Tanda-tanda lainnya apabila seseorang mulai mengalami gejala penyakit alzheimer, yakni bila dirinya sering salah dan lupa dalam menempatkan suatu benda. Perilaku dan kepribadian dari penderita alzheimer juga mengalami perubahan sehingga dirinya lebih banyak menarik diri dari pergaulan maupun aktivitas sosial.

Sumber foto: neurologyassociatesva.com

Menurut sejumlah riset kesehatan, terdapat beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena penyakit alzheimer. Pertama yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga nutrisi sejak muda. Apabila seseorang sudah berusia di atas 60 tahun maka lebih diperhatikan apa yang dikonsumsinya setiap hari. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah, rendah lemak dan gula, serta melakukan diet sehat.

Cara kedua yaitu dengan menjaga kondisi fisik dengan secara rutin dan teratur menggerakkan anggota badan. Selanjutnya, sebisa mungkin menghindari depresi dan stress berlebihan. Perbanyaklah bersyukur atas nikmat yang sudah diterima selama ini dan jangan biarkan pikiran membebani kesehatan. Mencegah penyakit alzheimer juga bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan menyenangkan yang dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak dan fungsi kognitif.

Sumber foto: verywellhealth.com

Penderita penyakit alzheimer juga dapat ditangani dengan manajemen terapi khusus. Penderita alzheimer harus mendapatkan program terapi yang tepat dari dokter yang profesional dan berpengalaman di bidang alzheimer. Ada baiknya keluarga penderita alzheimer intens berkomunikasi dan berkonsultasi dengan dokter terapi untuk terus memantau perkembangan penderita alzheimer dari waktu ke waktu. Tentu saja dibutuhkan kesabaran ekstra bagi keluarga penderita alzheimer.

Meskipun penyakit ini terbilang sulit disembuhkan, tetapi hendaknya penderita maupun keluarganya tetap saling mendukung untuk proses kesembuhannya. Tidak ada salahnya mencoba berbagai macam alternatif pengobatan medis. Jangan pernah menyerah menghadapi kondisi penyakit alzheimer karena banyak penderita justru malah frustasi dengan keadaan yang dialaminya sehingga berdampak kepada kesehatannya. Salasatu solusi terbaik yaitu mengajak penderita alzheimer tersebut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan program-program hari tua.

Selain itu, cobalah turut serta dan ambil bagian pada grup yang mendukung seperti konseling. Tidak kalah pentingnya yaitu saling menjaga sikap untuk menghormati penderita alzheimer tersebut. Sebagai keluarga maupun teman tentunya kita harus menyadari bahwa penderita alzheimer tersebut sebenarnya juga tidak ingin menderita penyakit tersebut dan merepotkan kita.

AI