Share It
Berita Unik & Terkini

Alami Pertemanan yang Buruk, Ini Tandanya
October 9, 2021

Alami Pertemanan yang Buruk, Ini Tandanya

Semua orang yang hidup di dunia ini pasti pernah menjalin pertemanan, baik yang intens atau hanya sekadar kenal dan menjalin relasi pekerjaan saja. Namanya berteman memang banyak dinamika, ada yang lantas menjadi sahabat dan lengket bak perangko, ada yang sebatas teman dan kenal saja, ada juga yang lantas menjauh karena pertemanan itu tidak membawa manfaat sama sekali atau terjadi konflik.

Ya namanya bersinggungan dengan individu mana saja kita harus siap akan segala risikonya. Tak hanya dengan orang lain sekali pun bahkan dengan saudara atau keluarga sendiri juga pasti ada risiko yang terjadi. Apalagi pertemanan tersebut ternyata efeknya sangat buruk kepada kehidupan diri sendiri yang tidak menjadikan sebuah manfaat atau solidaritas yang baik. Untuk itu, tepat sekali pada kali ini kita akan berbagi tentang tanda pertemanan yang buruk, siapa tahu kalian mengalaminya sendiri, yuk simak bersama-sama!

Tidak saling percaya lagi
Pertemanan yang buruk bisa dilihat dengan tidak ada rasa saling percaya lagi. Satu sama lain terlibat konflik yang ujungnya malah menjadi pertengkaran serta permusuhan. Tentu saja namanya berteman dasarnya adalah saling percaya, akan sirna jika sudah tidak ada lagi rasa saling percaya.

Sumber foto: Pexels.com

Terjadinya konflik yang pelik
Terjadinya konflik yang terus menerus menjadikan pertemanan juga semakin buruk dan akan berpeluang terjadi perpecahan. Apalagi konflik ini tidak ditengahi dengan penyelesaian yang baik sehingga mengerucut dan menjadikan pertengkaran. Ancaman bubar pertemanan kian nyata di depan mata. Bagaimana kalau susah seperti ini, apakah masih bisa diusakahan untuk dipertahankan?

Merasa tidak nyaman lagi
Kenyamanan dalam hidup merupakan perihal yang utama, termasuk dalam berteman. Rasanya akan tidak enak dan ada yang mengganjal di dada jika bergaul sudah tidak ada rasa nyaman lagi dan malah inginnya menjauh. Jika hal itu terjadi, memang sebuah citra pertemanan buruk sudah terbentuk. Tinggalkan saja karena itu akan membuat mental kamu lebih sehat.

Tidak membawa manfaat
Namanya berteman selalu membawa manfaat bagi yang lainnya. Jika sudah tidak ada lagi kebaikan dan adanya hanya efek negatif, segera tinggalkan apalagi nantinya akan mengancam kesehatan mental dan jiwa kita sendiri.

Sumber foto: Pexels.com

Saling egois dan mau menang sendiri
Pada dasarnya, manusia itu memang ada bawaan sifat egois, tetapi kadarnya bisa diturunkan. Dalam pertemanan pun demikian, kadar ego akan diuji untuk diturunkan jika ada perselisihan atau sebagainya yang membuat pertemanan semakin memburuk kondisinya.

Solidaritas sudah tidak ada lagi
Berteman itu penuh dengan rasa solidaritas yang sangat tinggi. Saling membantu, menghargai, menasihati, bahkan menghibur saat lagi tertimpa kemalangan atau kesedihan. Jika sudah tidak ada rasa solidaritas di antara pertemanan kalian, rasanya sudah tidak sehat lagi dan bisa dikatakan pertemanan kalian dalam fase yang buruk. Mau gak mau harus dipulihkan keadaannya atau memang bubarkan saja dan fokus dengan urusan diri masing-masing.

Manusia pada akhirnya memang selalu membutuhkan satu dengan lainnya. Sebaiknya, saling menjaga emosi serta tetap berniat untuk menjaga keharmonisan pertemanan dengan siapa saja dan di mana saja. Jadi, agar tidak menjadi buruk kondisi pertemananmu, yuk terus pupuk rasa solidaritas tinggi dan saling menghargai agar pertemanan tetap solid dan lestari.

RF